DPRD Kalteng

Buka Akses Pelosok, Potensi Ekonomi Kalteng Bisa Berkembang

yd
Buka Akses Pelosok, Potensi Ekonomi Kalteng Bisa Berkembang
Anggota DPRD Kalteng, Yetro M. Yoseph

Hai Kalteng - Palangka Raya - Hasil usaha masyarakat di kawasan pedalaman dan perdesaan Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki peluang untuk berkembang lebih luas apabila didukung akses transportasi yang memadai. Karena itu, pembangunan infrastruktur dinilai perlu diarahkan tidak hanya untuk memperlancar perjalanan, tetapi juga membuka jalur ekonomi dari desa menuju pusat perdagangan.

Anggota DPRD Kalteng, Yetro M. Yoseph, mengatakan kondisi jalan dan jembatan memiliki pengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Akses yang lebih baik akan memudahkan pengangkutan hasil produksi sekaligus memperlancar distribusi barang.

(Baca Juga : PKB Tekankan Efisiensi Belanja dan Keberlanjutan Pelayanan Dasar)

“Potensi ekonomi di daerah sebenarnya banyak. Persoalannya, hasil dari masyarakat harus bisa dibawa keluar dengan mudah dan biaya angkutnya tidak terlalu tinggi. Di sinilah infrastruktur memiliki peran penting,” ujarnya, Kamis (2/17).

Menurut Yetro, peningkatan konektivitas dapat memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha. Produk pertanian, perkebunan maupun berbagai hasil ekonomi lainnya akan lebih mudah mencapai pasar ketika akses antarkawasan semakin terbuka.

Kondisi tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan di tingkat lokal. Pergerakan orang dan barang yang semakin lancar memungkinkan hubungan ekonomi antara desa, kecamatan hingga pusat-pusat kegiatan ekonomi menjadi lebih kuat.

“Kalau aksesnya bagus, masyarakat punya lebih banyak peluang untuk mengembangkan usahanya. Distribusi menjadi lebih lancar dan hubungan antara daerah penghasil dengan pasar juga semakin terbuka,” katanya.

Selain jalan dan jembatan, Yetro menyebut dukungan jaringan listrik dan telekomunikasi juga tidak dapat dipisahkan dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk menunjang kegiatan usaha sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan pasar.

Ia menilai pengembangan kawasan perdesaan tidak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya yang dimiliki. Potensi tersebut perlu ditopang sarana yang memungkinkan masyarakat mengolah, memasarkan dan mendistribusikan hasil produksinya.

Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu dilakukan secara terintegrasi dengan melihat potensi ekonomi setiap wilayah. Pemerintah daerah juga diharapkan membangun sinergi dengan dunia usaha dan masyarakat agar pengembangan infrastruktur dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Pembangunan harus melihat apa yang dibutuhkan masyarakat dan potensi apa yang bisa dikembangkan di daerah tersebut. Dengan begitu, infrastruktur yang dibangun tidak hanya menjadi akses, tetapi ikut menghidupkan kegiatan ekonomi,” tegasnya.

Yetro berharap penguatan konektivitas hingga wilayah pelosok dapat terus menjadi perhatian dalam pembangunan Kalteng. Dengan akses yang semakin terbuka, masyarakat desa diharapkan memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan aktivitas perekonomian di wilayahnya.